Tulisan ini hanya sekedar penyegaran pemilu saja ya
teman-teman. Ilmu yang aku punya masih kurang untuk membuat tulisan yang
pintar. Mungkin aku kebanyakan membahas pemilu dari sisi nurani dan milenial
saja. Yuk lanjut.
Pemilihan umum kali ini memang banyak menimbulkan
perdebatan. Mulai dari partai pengusung hingga calon presidennya. Yang
bertarung kali ini adalah Pak Jokowi sang ‘juara bertahan’ melawan penantangnya
Pak Prabowo. Dari rekam jejak Pak Jokowi unggul dalam bidang pemerintahan
karena pernah menjadi walikota Solo dan Gubernur Jakarta serta sekarang menjadi
presiden RI. Dari sisi pengabdian Pak
Prabowo menang karena sudah masuk akmil (Akademi Militer) sejak umur 18 tahun
(berdasarkan debat capres kemaren ehhe).
Beliau yang disebutlah yang akan bertarung. Keduanya merupakan anak bangsa terbaik. Belum lagi mereka didamping wakil yang
berkualitas. Pak Jokowi bersama Kyai Haji Ma’aruf Amin dan Pak Prabowo bersama
Pak Sandiaga Uno. Kapabilitas beliau sudah tidak diragukan lagi.
Mungkin banyak generasi millenial yang kurang mengenal
capres dan cawapres yang sedang bertarung. Ketakutanku sekarang adalah ketika
pemilu banyak dari mereka yang tidak mencoblos atau asal mencoblos. Berdasarkan
data KPU, jumlah pemilih millenial mencapai 70-80 juta jiwa dari 193 juta
pemilih. Wajar kan semua pada takut ?
Pemilih millenial kebanyakan itu pengguna media sosial
dilihat dari segi usia. Wajar para politikus sekarang banyak merambah ke media
sosial untuk berkampanye. Berharap cuitan mereka mencuri perhatian kaum
milenial. Konten yang dibuat pun menarik dan sesuai dengan selera anak muda.
Lantas apakah itu cukup untuk membuat anak muda peduli terhadap
politik?
Komentar
Posting Komentar