Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Elastisitas hati dan pikiran

Mungkin ini saatnya aku mengatakan semuanya. Aku tahu ini seharusnya tak pernah aku katakan, setidaknya sampai saat yang tepat . Tapi aku sudah hampir kehabisan kata-kata. Semua kata yang aku berikan pasti hanya berujung pada satu makna dan aku yakin kau tahu itu. Mungkin setelah aku menuliskan ini, aku akan berhenti menuliskan sesuatu tentangmu. Aku ingin beristirahat sejenak, tak baik seseorang terlarut dalam kesedihan terlalu lama. Kau pernah bertanya “Kenapa sih gak ngejar wanita lain ?”. Jawabannya, aku tidak tahu. Aku merasa tak ada yang bisa menggantikanmu. Banyak kok yang datang dan sepertinya open terhadapku, tapi aku tak tahu mengapa semuanya hanya berlangsung sebentar. Aku menemukan rasa jenuh dan bosan , sangat beda jika denganmu. “Kenapa sih gak pernah muji aku cantik sekali aja ?” . Aku akui, aku tidak pernah mengatakan itu langsung terhadapmu. Aku tak mau mengatakannya kepadamu. Tapi percayalah, hati ini selalu berkata demikian setiap kita bertemu. “Kena...

Menjadi sama dengan

Aku tidak pernah berharap menjadi sama dengan. Karena itu sangat pahit. Aku tidak pernah tahu apa yan terjadi di belakangku, tak pernah mengerti keberadaan mereka. Namun aku harus menyatukan mereka, akulah tempat terakhir mereka sebelum bersatu. Aku tidak pernah berharap untuk menjadi sama dengan. Yang mungkin saja aku harus menjadi penutup cerita yang tidak bahagia. Menjadi penutup suatu kisah yang bahkan aku saja buta terhadapnya. Sudah cukup banyak kisah pahit yang menghangatkan tubuh ini. Menjadi sama dengan tidaklah mudah. Bersediakah kamu untuk hadir hanya sekedar menjadi ‘pengawal’ ?. Menjadi sama dengan bukan hal yang mudah tapi juga bukan hal yang sulit. Yang perlu dilakukan hanyalah hadir dan mengakhiri sekian panjang bilangan . Cukup datang dan biarkan sang pencipta yang memutuskan. Sama dengan terdiri dari 2 garis yang tidak menyatu namun berdampingan. Panjang garis sama dengan selalu sama dan tidak pernah berubah. Mungkin ini yang dibutuhkan ‘pengawal’ akhir dari ...

Kodein aja

Aku bingung sebenarnya samamu. Kau kukasih kode kau responnya, tapi kau diam. Aku gak ngerti apa yang ada di pikiranmu itu. Kalo kau respon sikit aja kode itu trus kau kode balek, seujung kuku aja, pasti tau aku langkah selanjutnya yang mesti aku buat. Ini enggak, kau tau aku kode trus kau telan aja keknya semua. Apa cuman mau kau nikmatin ajanya semua yang udah aku buat ? Kalo mau gitu, ke Temzon matahari sana aja kau . Aku capek lah kalo kekgini terus. Aku sebenarnya, masih jauh di otak aku untuk nyari yang lain. Kalo diumpamakan, kalo sekarang aku di Medan, nah pikiran aku untuk nyari penggantimu itu di Planet Venus sana. Masih belum terpikirlah pokoknya !. Aku kalo disuruh nunggu atau kau butuh usaha yang lebih keras, aku gak keberatan. Aku bersedia aja. Malah aku senang, karena setidaknya masi ada bangku di hatimu itu. Setidaknya, itulah yang muncul di otakku. Tapi kalo kau malah acuh tak acuh macam lampu merah, pening aku. Karena kalo soal berjuang, semua cowok kuras...