Mungkin ini saatnya aku mengatakan semuanya. Aku tahu ini
seharusnya tak pernah aku katakan, setidaknya sampai saat yang tepat . Tapi aku
sudah hampir kehabisan kata-kata. Semua kata yang aku berikan pasti hanya
berujung pada satu makna dan aku yakin kau tahu itu. Mungkin setelah aku
menuliskan ini, aku akan berhenti menuliskan sesuatu tentangmu. Aku ingin
beristirahat sejenak, tak baik seseorang terlarut dalam kesedihan terlalu lama.
Kau pernah bertanya “Kenapa sih gak ngejar wanita lain ?”.
Jawabannya, aku tidak tahu. Aku merasa tak ada yang bisa menggantikanmu. Banyak
kok yang datang dan sepertinya open terhadapku, tapi aku tak tahu mengapa
semuanya hanya berlangsung sebentar. Aku menemukan rasa jenuh dan bosan ,
sangat beda jika denganmu.
“Kenapa sih gak pernah muji aku cantik sekali aja ?” . Aku
akui, aku tidak pernah mengatakan itu langsung terhadapmu. Aku tak mau
mengatakannya kepadamu. Tapi percayalah, hati ini selalu berkata demikian
setiap kita bertemu.
“Kenapa sih emosi terus ?”. Hal ini juga sering terjadi.
Sebenarnya aku bukan emosi, tidak sama sekali. Aku cuman bingung dan tak tahu
apa yang harus aku lakukan. Dan setelah aku begitu, aku buta sama sekali
mengapa aku bisa sampai begitu. Sebenarnya aku hanya tak ingin kau sedih atau
kehilanganmu. Itu saja.
“Kenapa akhir-akhir ini berubah ? Iya, aku bisa mengerti kok
perubahannya”. Iya, aku memang berubah dan aku beda sekarang. Aku merasa kita
sudah beranjak dewasa. Aku juga merasa tak harus selalu mengingatkanmu makan
lagi, karena kita pasti sudah mengerti dalam benak kita masing-masing. Aku
berpikir, ‘ah pasti dia tahu biasanya jam segini aku mengingatkannya makan’.
“Maksudnya bang ? “. Ini juga sering terjadi kau tanyakan.
Aku hanya ingin sekedar membuatmu tertawa, tak lebih. Mungkin kau bingung dengan
caraku untuk membuatmu tersenyum. Namun begitulah, segala cara akan aku
lakukan. Dan sekarang pertanyaan ini jarang muncul karena kau sudah mengerti
dengan caraku. Dan akhirnya kita nyambung lalu tertawa bersama.
“Eh kemarin kita pernah ke sini kan ? lupa ya ?”. Aku akui
sebenarnya aku jarang ingat semua tanggal spesial kita, namun momennya aku
ingat. Karena aku merasa kita selalu dekat tiap hari. Jadi aku merasa percuma
mengingat semua itu dan lebih baik membuat momen-momen indah selanjutnya yang
akan kita buat, terlebih menjagamu selalu.
“Harusnya minta maapnya kemaren ,udahlah gausah dibahas”.
Aku sengaja tak meminta maaf di setiap kita bertengkar. Karena aku tahu kita
masih sama-sama emosi dan itu akan mengacaukannya . Terlebih dirimu yang
orangnya emosian, aku takut aku juga tak bisa mengontrol diri. Namun ternyata,
aku gagal dalam hal ini.
Yang terakhir dan terpenting yang harus kau tahu.
“Kenapa sih bisa suka sama aku”. Pertanyaan ini selalu
timbul dalam pikiranku dan aku juga selalu mencari jawaban atas pertanyaan ini.
Setiap aku bertemu wanita, aku selalu bisa mendeskripsikannya apakah dia
cantik,sedang,biasa saja atau yang lainlah. Tapi saat pertama kali kita
bertemu, hanya kau yang pertama kalinya tak bisa aku deskripsikan. Aku gaktau
apa yang harus aku bilang. Aku hanya terus mengejarmu dan aku begitu saja
langsung suka denganmu. Aku tak tahu mengapa . Aku hanya ingin terus bersamamu
dan selalu menjagamu. Dan sampai detik ini, aku tak punya alasan kenapa aku
mencintaimu.
Aku sudah mengatakannya semua, aku lega. Sekarang, aku harus
belajar merelakan. Sekarang aku harus belajar bahwa “Cinta itu tak harus
memilki”. Aku akan belajar merelakannmu dengan orang yang lebih kau cintai.
Karena aku hanya ingin terus melihat senyummu yang tulus itu terus ada dan
terukir. Jika memang aku tak bisa membuatnya ada lagi, maka aku rela jika
seseorang di sana yang melakukannya. Aku
pasti akan rela kau bahagia bersama yang lain jika kau tak bisa bahagia
denganku.
Komentar
Posting Komentar