Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Nama yang sama

"Eh kamu, kok bersin mulu ? Aku kan udah berusaha ngangetin kamu dengan jaket aku". "Haha iya nih, gatau kenapa." "Yodah sini agak deket ke pundak aku aja." "Loh kok malah dicubit sih ?" "Hehe gapapa manatau aku ga kedinginan lagi." "Sorry ya aku kelamaan tadi ngurusnya jadi kehujanan deh." "Yee romantis itu ga akan terjadi kalo kamu ga kelamaan tadi." "Apaan romantis, kamunya udah bersin gitu."  "Ini sih akunya yang gak kuat,gapapa kok." "Gapapa apaan, tu ingusnya aja udah meler gitu, sini aku bersihin." "Hehe udahh kok, aku bersihin pake jaket kamu aja, jangan pake tangan kamu gitu." "Haha lucu juga di pangkalan ojek kita berteduh, kamu pilek, di seberang mamang gorengan, kurang apa coba."  "Kurangg selfie dong hihi, sini kamera kamu," "Ohh iyaa, ternyata pilek bukan penghadang untuk ga ingat buat selfie." "Iya dong, sini kebahu aku satu, du...

Penikmat

Ternyata jadi penikmat itu enak, bisa sesuka kita melihat yang ingin kita lihat. Nah, itu yang sedang kulakukan sekarang. Aku bukan lagi ‘pemeran utama’ bagimu. Aku turun pangkat menjadi ‘penikmat’. Masa-masa di mana aku jadi pemeran utama sudah selesai. Masa di mana kita saling mempengaruhi agar jadi lebih baik. Sekarang aku tahu apa yang harus aku lakukan. Setelah sekian lama aku jadi ‘penikmat’, aku sadar aku harus berbuat sesuatu. Akhirnya, sekarang aku lebih memilih diam. Aku lebih memilih untuk duduk di kursiku sebagai ‘penikmat’. Aku tidak ingin lagi mengganggu kehidupanmu yang begitu indah. Aku lebih memilih di sini untuk melihat dan mengawasimu. Aku tahu ini pasti akan sangat membosankan. Namun aku bersyukur, aku masih memilih untuk menjalaninya. Tugas seorang penikmat yang utama itu harus ada saat dibutuhkan. Aku siap untuk kamu, kapanpun kamu lagi sedih,senang,marah,kesal dan ekspresi lain yang mungkin kamu butuh aku untuk meluapkannya. Aku siap menjadi pendengar semua kisa...