Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Part of Eirenisme 2

  15.07.2025 14.31 Hari ini aku sudah menghubungi mantanku. Aku beranikan chat dia setelah aku putuskan dan aku blokir selama 2 bulan, kukira 2 minggu . Bisa gitu ya ? Dengan grogi aku chat mau bilang kalau aku ada ujian jadi kacab hari ini. Ini salah satu momen penting dalam hidupku. Aku tahu dia tu seneng kalau apa2 dia dikabarin, jadi aku coba kabarin la. Walaupun emang niat juga sih nanti pas mau ujian aku chat. Setelah di balas rupanya ujian aku diundur, kan bangke ? Aku udah ga tidur semalam karena grogi, udah rencana mau chat dia juga hari ini, malah ga jadi. Cuman gapapa sih, karena kita wajib berpikir positif yauda mungkin aku disuruh belajar lagi + memperbaiki hubungan dulu dengan dia, eakkk. Jujur, aku masih merasa bersalah dengan dia. Malam itu aku entah kenapa overthinking,   lagi persiapan ujian, ortu nanya kapan nikah, adekku masuk miss Indonesia. Fyi, di keluargaku, aku cowok sendiri dan aku yang diharapkan bisa sukses. Tapi sampai hari ini? Belum juga...

AKHIRNYA, AKU SAMPAI!

  Hari ini aku dengar mantanku sudah lebih baik. Responku sedih, sudah pasti. Aku melepasnya karena kekecewaanku pada malam itu. Aku merasa sudah berjuang agar bisa bertemu keluarganya. Tapi aku merasa dia sering menunda sehingga membuatku berpikir tidak ada niat serius. Di tengah kesedihanku ini, aku mengambil waktu merenung. Kehilangan memang sudah jadi bagian dari diiriku. Aku begitu akrab dengan kesepian. Di titik ini, aku sudah merasa mencapai puncak sebagai manusia, yaitu menerima kesendirian. Itulah kodrat yang seharusnya. Tidak ada apapun di dunia ini yang memang benar benar milikku selain diriku sendiri. Cepat atau lambat semua orang akan pergi. Aku menemukan bahwa semakin hari, aku semakin baik memahami ini. Dulu aku ingat begitu tersiksanya aku berdamai dengan kesepian. Aku menangis setiap malam, bermenung sendiri hingga kembali nangis. Aku masih menganggap ini adalah hukuman yang aku terima akibat dosaku di masa lalu. Untungnya sekarang aku menemukan imanku bert...