Kita sempat berbagi kisah yang berujung dengan kasih. Menyapa setia perasaan yang kadang berakhir sakit. Kita pernah menghadapi luka bersama yang berakhir dengan tawa, dan menyeka airmata untuk menimbulkan senyuman. Yang terpenting, kita pernah saling percaya . Aku dulu pernah menjadi pelengkapmu, yang berdiri paling depan untuk menghapus air matamu. Yang setia berjuang hanya untuk senyumanmu.Telingaku juga setia mendengar kisah-kisah indah hidupmu. Dan yang paling bahagia, aku senang sempat menjadi alasan dari senyumanmu. Tapi sekarang , matahari dari duniaku sudah menemukan tempat peraduannya yang baru. Tugasku menjaga sinarnya tetap terang sudah selesai. Aku bahagia sempat menjadi orang untuk kau bagikan kisah hidupmu. Meski sekarang, kisah yang dulu kini berbalik menjadi hisak. Bukan hisak yang sementara, namun hisak yang tak bisa diseka, dibalut dengan sekedar tawa, dan akan selalu membekas. Aku bahagia jika kau bahagia, walau bukan bersamaku. Telingaku juga akan ...