Di saat orang mulai meninggalkan blog, entah kenapa aku belum bisa. Kuakui aku memang belum konsisten, karena malas atau tidak terpikir untuk singgah ke sini. Ini hari kedua aku membuka blog. Seperti biasa niatnya tidak ada, namun seketika terlintas untuk kembali melihat diary lama ini. Ternyata rasanya masih sama, namun orang dan ceritanya yang berbeda.
Jujur saja, aku cukup kaget ternyata isi blog ini bisa diisi oleh perempuan yang 'berbeda'. Awalnya memang ini adalah bentuk visual dari isi hati dan pikiran. Jadi aku ingin suara di kepala bisa sedikit berkurang. Perasaan adalah pelaku utamanya dan itu semua timbul karena satu perempuan saja.
Waktu aku ingin menulis soal wanita yang kedua, aku juga sedikit terdiam. Cukup terkejut karena ternyata aku bisa kembali "seperti ini" lagi. Mengingat dulu, aku sangat pesimis dan hampir tidak berpikir apa apa. Setelah selesai, kembali bekerja, melanjutkan hidup dan membaca sedikit buku filsafat sebagai tiang kehidupan.
Tapi aku tidak mau berbohong pada diri sendiri. Dia memang layak untuk dituliskan. Segala tentangnya harus aku ceritakan di sini. Bagaimana kerennya dia menarik aku dari lubang kegelapan, ketulusannya ketika kami bersama dan ide idenya yang berhasil membuat aku keluar di hari sabtu-minggu. Hal yang paling penting, dia berhasil 'menutup' luka itu dengan baik. Hingga itu yang membuat aku akhirnya relate dengan kata kata "aku jatuh cinta di saat aku tidak siap untuk itu".
Namun, semuanya sudah selesai.
Komentar
Posting Komentar