Aku sedang duduk di salah satu coffee shop . Menarik nafas sebentar, seakan mengumpulkan semua bunyi di kepala, dan menghembuskannya, berharap semua akan hilang dalam sekali hembusan. Sebagai manusia, aku sadar, kesalahan dan dosa selalu mengiringi kehidupan. Sebaik apapun aku hidup, seberapa kerasnya aku berpikir dan berusaha, pasti aku akan melakukannya. Bahkan itu menjadi "bunga" yang menghiasi jalan kehidupan.
Anehnya, tak perduli berapa kali pun aku berusaha, itu pasti akan selalu menghampiri. Tidak ada jalan pintas, jalan lain. Seberapa banyak pun aku melakukan, aku pasti kembali pada perasaan ini. Padahal ini jauh sudah kupersiapkan, jika dilakukan efeknya seperti ini. Sudah terprediksi, namun ? Lagi dan lagi, kesalahan dan dosa ini membuat diri rapuh.
Contoh kecil, patah hati. Sudah sangat jelas, semua orang yang menjalin hubungan, pasti akan merasakan ini. Tidak perduli seberapa keras kita menjaga, seberapa romantis dan seringnya mengucap kata cinta, itu pasti akan selalu membayangi. Walaupun awalnya sangat indah, begitu menimang jiwa dengan nyaman hingga banyak orang berani berkata dunia milik mereka yang jatuh cinta. Jika sudah saatnya patah hati, maka tidak ada yang bisa menghalangi.
Aku ingat saat saat itu, menatap pasang matanya, begitu tenang namun tegas. Ia seakan membawa penghiburan yang aku butuh. Ia memperkenalkan jenis kebahagiaan baru padaku, melalu senyumnya. Aku sempat percaya bahwa dunia tidak begitu buruk. Setidaknya saat kami bertemu. Tidak lebih dari 3 detik saat itu. Tapi aku sudah bisa melihat jelas sambil menggumam
"ini kayanya berbeda"
"ini kayanya berbeda"
~~~~~~~~ !~~~~~~
Komentar
Posting Komentar