Ah sudah lama gak nulis rasanya biasa aja sih tapi pas nulis lagi ada sesuatu yang beda. Kayak ada manis-manisnya gitu. Kali ini enak kayaknya kalo bahas soal percaya. Ayok ah jangan lama-lama basi nanti!
Percaya itu adalah sesuatu yang kita lakukan tanpa pamrih dan juga tanpa mengharpkan imbalan. Ketika kita sudah memutuskan untuk percaya maka, yaudah gitu.Kita tidak merasakan yang namanya kekhawatiran atau ragu-ragu. Ya kayak "oh oke, yang benar ya. Nanti aku lihat". Gitu. Jadi total kita gak menaruh rasa curiga ataupun yang membuat kita gelisahlah pokoknya.
Jika kita masih menyimpan sesuatu dalam diri kita , maka bisa dipastikan kita belum sepenuhnya percaya. Mungkin kita seperti tidak punya pilihan lain atau karena diantara yang lain hanya 'itu' yang terbaik. Tidak masalahnya sebenarnya tapi itulah yang terjadi ketika kita belum sepenuhnya percaya.
Aku pribadi pernah percaya sekali . Sangat percaya malah. Tapi seperti biasa, yang namanya berlebihan apapun itu tidak baik. Yak, aku dikecewakan. Apa yang aku rasakan ? Sakitlah, masa kapalan. Awalnya aku berusaha gimana caranya biar semua itu terasa tidak terjadi. Semua aku lakuin mulai main ps 3, main bilyard, main dam batu, main kartu leng, ganti oli samping semualah pokoknya. Daaaan, fak gak ilang !
Akhirnya aku berdamai dengan diri aku sendiri. Semalaman penuh aku melawan semua argumen di dalam otakku bak sidang anggota DPR. Lebih seru dalam kepala aku sih, soalnya rapat DPR masih ada yang tidur. Semalaman penuh aku bergulat sambil baring, guling kanan, guling kiri kadang kalo haus minum. Dan akhirnya kesimpulannya, aku dan pikiranku mengambil jalan tengah yaitu, biarkan aku mengalaminya karena memang semua sudah terjadi dan aku yakin itu bagian dari kehidupan. Beruntung aku merasakannya sedini ini karena kalo sudah sangat tua mungkin bisa saja pikiran aku tidak sejernih dulu.
Bagi yang pernah dikecewakan karena telah percatya pada 'sesuatu' atau 'seseorang' lalu pada akhirnya dikecewakan, tak apa. Itu bagian dari proses kehidupan. Biarkan dirimu ditempa oleh semua rasa sakit itu. Bantu dirimu sendiri untuk merawat semua luka yang telah ditimbulkan. Jika kau mulai goyah, yakinkan dirimu sendiri dan biarkan cambuk itu melukai setiap sisi perasaanmu.
Pada akhirnya, pasti kau akan mengerti. Kau akan merasa terlahir seperti seorang yang 'akhirnya' memiliki suatu kekuatan baru. Kau akan seperti "oh gini rasanya" lalu kau balut semuanya dan pasti akan tersenyum kecil. Seakan kau baru saja menyelesaikan suatu permainan yang kelihatan susah dan setelah kau jalain ternyata mudah. Rawat luka itu sebaik-baiknya agar nanti jika kau ingin percaya maka kau akan beribu kali mempertimbangkannya.
Aku harap kalian tidak terlalu lama untuk menyelesaikan 'permainan' tersebut. Karena sayang, masih ada banyak hal yang harus dilakukan dalam hidup. Ngisi galon aqua misalnya. Ingatlah, yang namanya permainan pasti setiap karakter berbeda. Jangan pernah menyimpulkan sesuatu terlalu cepat karena mungkin pengalaman pahit yang lalu. Mungkin berat tapi yakinlah, semua orang itu berbeda dan setiap orang berhak mendapatkan kepercayaan. Yang harus dilakukan adalah berhati hati. Dan biarkan dirimu kembali seperti dulu walau penuh dengan bekas luka yang diberikan oleh kehidupan .
Percaya itu adalah sesuatu yang kita lakukan tanpa pamrih dan juga tanpa mengharpkan imbalan. Ketika kita sudah memutuskan untuk percaya maka, yaudah gitu.Kita tidak merasakan yang namanya kekhawatiran atau ragu-ragu. Ya kayak "oh oke, yang benar ya. Nanti aku lihat". Gitu. Jadi total kita gak menaruh rasa curiga ataupun yang membuat kita gelisahlah pokoknya.
Jika kita masih menyimpan sesuatu dalam diri kita , maka bisa dipastikan kita belum sepenuhnya percaya. Mungkin kita seperti tidak punya pilihan lain atau karena diantara yang lain hanya 'itu' yang terbaik. Tidak masalahnya sebenarnya tapi itulah yang terjadi ketika kita belum sepenuhnya percaya.
Aku pribadi pernah percaya sekali . Sangat percaya malah. Tapi seperti biasa, yang namanya berlebihan apapun itu tidak baik. Yak, aku dikecewakan. Apa yang aku rasakan ? Sakitlah, masa kapalan. Awalnya aku berusaha gimana caranya biar semua itu terasa tidak terjadi. Semua aku lakuin mulai main ps 3, main bilyard, main dam batu, main kartu leng, ganti oli samping semualah pokoknya. Daaaan, fak gak ilang !
Akhirnya aku berdamai dengan diri aku sendiri. Semalaman penuh aku melawan semua argumen di dalam otakku bak sidang anggota DPR. Lebih seru dalam kepala aku sih, soalnya rapat DPR masih ada yang tidur. Semalaman penuh aku bergulat sambil baring, guling kanan, guling kiri kadang kalo haus minum. Dan akhirnya kesimpulannya, aku dan pikiranku mengambil jalan tengah yaitu, biarkan aku mengalaminya karena memang semua sudah terjadi dan aku yakin itu bagian dari kehidupan. Beruntung aku merasakannya sedini ini karena kalo sudah sangat tua mungkin bisa saja pikiran aku tidak sejernih dulu.
Bagi yang pernah dikecewakan karena telah percatya pada 'sesuatu' atau 'seseorang' lalu pada akhirnya dikecewakan, tak apa. Itu bagian dari proses kehidupan. Biarkan dirimu ditempa oleh semua rasa sakit itu. Bantu dirimu sendiri untuk merawat semua luka yang telah ditimbulkan. Jika kau mulai goyah, yakinkan dirimu sendiri dan biarkan cambuk itu melukai setiap sisi perasaanmu.
Pada akhirnya, pasti kau akan mengerti. Kau akan merasa terlahir seperti seorang yang 'akhirnya' memiliki suatu kekuatan baru. Kau akan seperti "oh gini rasanya" lalu kau balut semuanya dan pasti akan tersenyum kecil. Seakan kau baru saja menyelesaikan suatu permainan yang kelihatan susah dan setelah kau jalain ternyata mudah. Rawat luka itu sebaik-baiknya agar nanti jika kau ingin percaya maka kau akan beribu kali mempertimbangkannya.
Aku harap kalian tidak terlalu lama untuk menyelesaikan 'permainan' tersebut. Karena sayang, masih ada banyak hal yang harus dilakukan dalam hidup. Ngisi galon aqua misalnya. Ingatlah, yang namanya permainan pasti setiap karakter berbeda. Jangan pernah menyimpulkan sesuatu terlalu cepat karena mungkin pengalaman pahit yang lalu. Mungkin berat tapi yakinlah, semua orang itu berbeda dan setiap orang berhak mendapatkan kepercayaan. Yang harus dilakukan adalah berhati hati. Dan biarkan dirimu kembali seperti dulu walau penuh dengan bekas luka yang diberikan oleh kehidupan .
Komentar
Posting Komentar