Saya mengenal mas Panji sudah lama tapi tidak tahu kapan
pastinya, Yang pasti yang saya tahu mas adalah artis terkenal. Namun, setelah
saya mengenal dunia stand up comedy, saya diingatkan lagi oleh mas Panji ketika
Messakke Bangsaku di Jambi. Ternyata selain artis terkenal, mas Panji juga
seorang stand up comedy-an.
Walaupun saya tak bisa menikmati show mas waktu di Jambi
karena menjadi panitia di pintu masuk yang saat itu juga mas danis darusman
menjaga stand yang dijual . Itulah singkat perkenalan pertama saya dengan mas
Panji. Ditutup dengan mas Panji menandatangani handphone saya karena saya tidak
tahu mau ditaro di mana tanda tangannya.
Wongsoyudan menurut pandangan saya adalah orang-orang yang
dengan kesadaran penuh menyadari akan pentingnya suatu perjuangan. Saya merasa tidak perlu lagi menjelaskan detil
akan hal ini karena ini semua tergambar dalam karya mas Pandji. Bangsa ini
sudah sering dijadikan alat yang krusial di saat yang terdesak. Oleh pemimpinnya,oleh pemimpin di bawah pemimpinnya, hingga pemimpin paling
kecil. Seakan “oh iya di atas juga gitu, kenapa saya enggak ?”.
Saya sendiri telah menyadari akan hal ini. Namun saya
memilih diam, saya tak tahu harus melakukan apa. Protes ke dosen ? atau ke ketua
BEM ?. Saya rela dibuai oleh keadaan, yang saya tahu selagi saya
aman,tenang,nyaman di pelukan keadaan yang seperti ini kenapa saya harus
berontak?.
Namun semakin tinggi semester, pola pikir saya mulai berubah.
Saya mempelajari kembali kejadian tahun ’98 . Di mana kala itu , MAHASISWA,
seperti saya sangat ditakuti dan disegani. MAHASISWA seperti saya menggunakan
ALMAMATER untuk menuntut perubahan. Semua MAHASISWA bersatu dan berhasil
mengubah negeri ini. Ya, itu seperti saya, MAHASISWA.
Setidaknya itu yang membuat saya sadar bahwa kami mahasiswa
mempunyai kekuatan besar di negeri ini. KAMI adalah rombongan yang menculik
Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Ya, kami adalah KAUM MUDA yang di zaman sekarang kami adalah MAHASISWA. Jika KAMI disatukan kembali maka kami adalah salah
satu wongsoyudo terkuat di negeri ini.
Saya risih melihat mahasiswa di zaman sekarang.
Mereka memakai almamater untuk menonton acara di tv lalu ketawa-ketawa dengan
bahagianya.Padahal almamater bagi saya merupakan sebuah harga diri yang sangat
penting. Untuk unjuk rasa, untuk berpolitik, untuk kegiatan sosial, untuk
penelitian, untuk upacara dan acara kampus adalah saat yang tepat mahasiswa
seharusnya menggunakan itu.Namun sekarang mereka lebih nyaman duduk di ruangan
ber-AC lalu ketawa bahagia dan pulang dan mencharger hp untuk upload poto.
Sekarang saya sedang mengisi ilmu untuk diri saya sendiri dan untuk mencukupkan diri melakukan perubahan serta perjuangan. Saya mulai dari
menjadi anggota HMPS (Himpunan Mahasiswa
Program Studi) Manajemen Bisnis
Politeknik Negeri Medan. Saya juga belajar stand up comedy bersama
@standupindojbi dan @standupindo_mdn. Saya ingin menjadi wongsoyudan bagi negeri
ini maupun di keluarga saya.
Menjadi wongsoyudan di keluarga memang berat. Saya masih
dibiayai orangtua selama kuliah dan saya risih akan hal itu. Saya sudah mencoba
menjadi reseller, menjual baju yang saya desain sendiri dan juga menjadi travel
agent penerbangan (kalo mas pandji buka blog saya akan muncul iklan). Semua saya lakukan untuk mengurangi beban orangtua saya.
Sedang untuk menjadi wongsoyudan di negeri ini, saat ini
masih menjadi mimpi saya. Saya ingin mengubah jati diri MAHASISWA kembali ke
wujud asalnya. Yang garang, yang tak tergoda oleh apapun dan dari golognan
manapun. Saya juga ingin mengadakan banyak seminar di kampus saya untuk lebih
menjernihan otak MAHASISWA yang sudah usang.
“Indonesia memang tak sempurna, namun layak diperjuangkan”.
Terima kasih telah menginspirasi saya . Terimakasih atas kesadaran dan ilmu
yang telah diberikan. Kata-kata ini tak akan saya lupakan dan akan saya jadikan
motivasi jika saya mulai menyerah akan keadaan. Terimakasih dan nikmatilah hasil
perjuangan mas Pandji yaitu saya yang telah sadar walaupun sedikit terlambat.
Namun saya yakin tidak ada yang sia-sia karena semua ini pasti akan
menghasilkan sesuatu.
Melalui tulisan ini saya mengajak seluruh masyarakat yang membaca tulisan ini untuk menjadi wongsoyudan sejati. Mas Pandji, Pak Ahok, Pak Jokowi telah menunjukkan caranya bagaimana menjadi wongsoyudan sejati. Beliau telah menunjukkan jalannya bagi kita, maka tinggal kitalah bagaimana menyikapinya
Terima kasih dan rangkulah saya untuk mewujudkan mimpi
bangsa Indonesia. Selamat ulang tahun. Terimakasih.
Komentar
Posting Komentar