Langsung ke konten utama

Arti berkomunikasi

Kadang kalian para cewek sering diam dan itu berarti kami harus mengerti apa yang terjadi. Ya, alur seperti ini sudah sering terjadi. Tak ada yang salah dengan itu, bahkan kami para cowok menganggap kami keren karena kami bisa memahami apa yang terpancar dari diamnya kalian. Dan jika kami berhasil, maka kami akan merasa sangat bahagia.

Katanya yang paling mencintai pasti mengerti ? Ya, itu memang benar. Seseorang yang mencintaimu pasti tahu apa yang terjadi padamu. Karena ia merasa pasti ada yang berubah dan ia merasakan itu.Namun, tak selalu.

Mengapa ? karena jika memang seorang cowok selalu tau ada apa di setiap pikiran cewek, kenapa ada perpisahan ?. Karena memang tak selalu diam itu baik. Kalian para cewek memang punya hak untuk dimengerti dan kami selalu menghormati itu. Namun, ada saatnya kami benar-benar tidak tahu kenapa kalian diam. Dan saat seperti itulah kalian berbicara.

Hubungan yang baik pasti terjalin dengan komunikasi yang baik. Keduanya saling mengerti satu sama lain dan saling memahami. Bahkan, kalau keduanya saling mencinta mereka tak segan mengatakan jika salah satu dari mereka sudah berubah, itulah cinta. Mungkin pertama dengan diam lalu sedikit cuek lalu marah. Kami pasti akan mengajak kalian bicara berdua, di tempat pertama kali kita bertemu atau di tempat yang sering kita habiskan bersama. Kami pasti akan menjadikan tempat senyaman mungkin agar kita bisa saling berbicara.

Kadang kalian harus mengerti. Bukan dengan diam sebuah masalah selesai. Tapi dengan komunikasi yang baik. Jangan terlalu terbuai dengan kiasan yang terlalu memuja kalian para cewek, seakan-akan dengan diam kalian akan disanjung oleh pasangan kalian dan membuat kami mengemis agar kalian berbicara. Memang pertama kami akan melakukan segala usaha untuk membuat kalian bicara, membuat senyaman mungkin bahkan kami akan menyampahkan diri kami agar kalian bicara. Namun ingat, kami juga punya harga diri yang harus kami jaga. Kalian juga pasti tak akan membiarkan orang yang paling kalian cintai membuat harga dirinya jatuh sebegitu sampahnya, karena kalian wanita. Mungkin memang karena cinta kami tak masalah melakukannya. Namun kalau kalian cinta, akankah kalian membiarkannya ? Kalian pasti akan mengerti.

Jika saja kalian bicara, kalian pasti akan merasakan kelegaan. Kalian akan merasakan damai kembali dan seakan membuang beban berat di dalam diri kalian yang mungkin setiap hari kalian pikul. Tak ada salahnya bicara dan tak ada ruginya . Jika kalian masih gengsi namun masih cinta, kalian pasti akan membuangnya jauh-jauh demi sebuah hubungan.


Kami akan sangat tersiksa jika kami sudah melakukan segala cara agar kalian bicara dan kalian masih tetap diam. Karena usaha seorang cowok yang mencintai kalian tentu bukanlah mudah, dan meskipun begitu ia tetap merahasiakannya darimu. Karena yang kami ingin hanya semuanya menjadi baik. Kami tahu bicara tidaklah mudah maka beri kami satu kalimat saja, mungkin kami akan coba mengartikannya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhir cerita untuk kisah yang baru

 Tak ada bentuk romantis dari perpisahan. Semuanya itu sama, kembali menjadi terasing. Untuk yang meninggalkan maupun yang ditinggalkan. Timbul pertanyaan mungkin, mana yang paling sakit ? pelaku atau korban ? dan sebaiknya apa yang harus kita lakukan ? Sulit merasionalkan mana yang paling sakit. Karena setiap kejadian mempunyai ‘kesulitan’ tersendiri. Kita bisa memilih, namun tidak boleh mencaci. Ada yang meninggalkan karena tak ingin disakiti, dan yang ditinggalkan ternyata bahagia karena terlepas dari ikatan tersebut. Kita sebagai penonton hanya bisa berpendapat. Pendapat kita juga mungkin dipengaruhi oleh masa lalu dan emosi, bukan ? Lantas, kenapa harus diakhiri ? Bukankah sesuatu itu harus dipertanggungjawabkan ? Dan apakah menyerah diperbolehkan ? Manusia adalah makhluk yang mempunyai kehendak bebas. Ya, kita diberikan begitu banyak keleluasaan untuk digunakan. Mungkin ini sudah cukup menjawab pertanyaan di atas. Namun pasti dari kita kurang puas akan jawaban tersebut....

Perasaan

Topik yang ga akan pernah abis di dalam hidupku kayanya soal perasaan. Menurutku, ini adalah hal fundamental dalam bersosialisasi. Ini menggerakkan kita untuk melakukan sesuatu yang mungkin seharusnya tidak kita lakukan.  Selama kita hidup, hal ini akan melekat pada kita seperti ‘tubuh kedua’. Ia bisa sakit, senang , bingung layaknya manusia. Contoh, ketika kita sudah lelah secara fisik terkadang masih bisa berusaha, kenapa? karena ada bantuan dari ‘tubuh’ kita yang lain sehingga tubuh fisik kita termotivasi dan bergerak kembali. Aku terlalu peka terhadap ‘tubuh kedua’ ku ini, sehingga jika sakit, walaupun tidak terlihat, bisa membuatku juga ikut merasakannya lebih baik daripada orang lain, mungkin ? Ini hal dasar yang kita punya sebagai seorang manusia kan ? fungsinya juga luar biasa, menjadi penghubung tidak terlihat antara kita . Entah apa yang Tuhan pikirkan ketika menciptakan hal ini. Mengapa dibutuhkan suatu ‘dudukan’ seperti ini? Kalau kita renungkan kembali, kita suda...

Part of Eirenisme

 22.34 Aku tertatih menuju laptopku barusan. Aku membutuhkannya segera, bak pil yang harus segera aku minum. Jantungku berada di sepertiga detakan, otak mendesak agar kesunyian ini menemukan peraduannya. Hati mengirim sinyal penuh untuk segera mengantisipasi bahayanya. Aku menarik napas dalam ditemani closure dari pamungkas. Ringan saja, kutarik nafas lalu keluarkan. Tampak semilir angin membelah kesunyian ini. Ia membawa jejak kecil kesepian dari dalam pikiran, melebur dan mengangkasa bersama angan. Di setiap hembusannya kuselipkan ringan diriku, berharap Dia melihat aku dalam ukuran ukuran kecil.  Sementara di dalam aku sedang mengerang. Cambuk cambuk kesunyian itu mengenai jiwaku. Aku berputar, mengecil untuk menghindar. Namun di setiap dindingnya mengandung kaca kecil yang menusuk pelan daging mentah ini. Aku menariknya keluar dengan lembut, beraharap perihnya bisa membuat dahagaku hilang. Aku tidak ingin menghindari ini. Sudah saatnya aku masuk ke ruangan gelap ini. Tidak...