Langsung ke konten utama

Keinginan



Keinginan itu memang selalu juara jika dia sudah mendesak . Contohnya, kalo udah pingin kali bakso yodah ampe mati pun pasti dikejar abang baksonya. Kalo udah makan bakso baru bisa dibilang puas. Pokoknya keinginan itu adalah hal yang hampir mutlak harus dipenuhi.

Nah, kenapa hampir mutlak ? Ya, karena gak semua keinginan kita itu bagus untuk kita. Ada juga keinginan kita yang negatif kayak narkoba atau yang lain. Hal itu yang buat keinginan itu hampir mutlak. Gak usah kita ikutin kali dunia ini, karena rata-rata keinginan kita dipengaruhi oleh dunia ini.
Itu contoh mudah keinginan berdasarkan fisik. Cemana kalo soal perasaan ? Itu juga agak sulit dan menggelikan. Keinginan punya pacar atau keinginan supaya perasaan kita direspon oleh orang yang kita suka. Itu sih masih wajar, asal gak kau bunuh aja dia kalo ditolak.

Biasanya keinginan soal perasaan memuncak saat kau pingin tau respon dia, yakan ?. Kek misalnya kau udah buat semuanya dari A ampe Z kau buat cuman untuk ditengoknya, ingat baru ditengoknya belum responnya!.Trus ternyata dia gak juga ngerespon kek santai aja dia macam gak terjadi apa-apa.
Di saat kekgitu biasanya kacau kita. Apalagi kalo kita udah capek mendam, keinginan kita untuk mengakhiri perjuangan kita tu udah diujung kali itu,pasti. Macam kalo nilai kita 64 trus ketuntasan 65, pasti kau sembah dosenmu atau gak tari piring kau di depannya memohon biar tuntas. Pokoknya macam kita buat .

Pilihan kalo kekgitu ada tiga, pertama kau gaskan aja nembak dia, kau bilang semuanya .  Kedua kau biarin aja gitu, gantung gak jelas trus kau perlahan pergi.  Ketiga kau menepi cukup lama tapi kau tetap memantau dia kek misalnya keadaannya, skali-skali kau stalk da trus kalo kau rasa udah aman purak-purak kau chat dia, salah kirim alasannmu, biasa nyari topik.
Bebas kau mau pilih yang mana. Keinginan kita terhadap seseorang kita sendiri yang tau itu, kita yang ngontrol. Kita yang menentukan apakah keinginan kita itu hanya nafsu belaka atau memang kita butuh itu untuk membantu menjalani hidup kedepannya.

Perasaan memang susah dimengerti, tapi keingingan bisa kita kontrol. Inginkanlah hal yang bisa membantu kau. Kalo perasaan kau sama dia udah pas dan kau merasa dengan dia kau merasa itu perlu kau pakek pilihan 1. Tembak aja dan bilang semua. Kalo dia gakmau ?  itu balek lagi ke kau, mau kau perjuangin lagi atau nyari yang lain. Saran aku carik yang lain, karena aku yakin kita cowok pasti udah berusaha dan dia pasti udah nilai. Kalo dirasanya gak cocok pasti ditolak, nah mending kau carik dan perjuangkan yang lain.

Kalo keinginan kita itu memang pingin kali tapi kau udah capek berjuang yodah pilihan kedua aja. Memang gak seharusnya cowok gantung gitu, tapi kalo udah betul-betul capek dan kau pun kek udah nyerah yaudah pergi aja karena nanti dia merasa itu kalo kau pergi dan kalo dia gak ingin kau pergi dikodenya itu. Dan selanjutnya tergantung kau lagi, mau balik lagi perjuangin atau pergi .
Yang ketiga ini brarti keinginan kita di puncak, namun kita memlih jalur lain untuk memuaskan keinginan kita. Agak perih ini yang ketiga ini, karena kita cuman bisa mantau dan nahan perasaan. Keinginan kau untuk mendapatkan dia kalo kau di pilihan ketiga brarti udah gak terlalu. Kau malu atau gengsi atau bisa aja kau nunggu dia yang nyariin kau makanya kau di pilihan ketiga. Dan biasanya ini nanti berakhir kek pilihan ke dua. Karena udah capek kau rasa cuman hanya bisa mantau lama-lama kau terbiasa dan hilang sudah perasaan. Sedikit yang mau memulai lagi berjuang akan keinginannya mendapatkan orang itu.

Intinya keinginan akan perasaan itu kita yang tahu. Inginkanlah orang yang bisa membuatmu tersenyum, nyaman dan selalu ada dalam kesusahannmu. Jangan hanya karena ingin mengulang kenangan kau kejar orang itu. Kenangan sudah punya tempatnya masing-masing. Namun keinginan punya tempat yang berbeda. Keinginan adalah hal-hal yang akan berguna untukmu. Isilah  ruang keinginanmu dengan benda ataupun orang yang pas. Jika sudah kau temukan kejarlah keinginanmu, namun jika kau tak mendapatkannya maka itu tak pantas untukmu menurut-Nya. Selalu bedakan keinginan dan nafsu agar kau tak terjatuh saat mendapatkannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhir cerita untuk kisah yang baru

 Tak ada bentuk romantis dari perpisahan. Semuanya itu sama, kembali menjadi terasing. Untuk yang meninggalkan maupun yang ditinggalkan. Timbul pertanyaan mungkin, mana yang paling sakit ? pelaku atau korban ? dan sebaiknya apa yang harus kita lakukan ? Sulit merasionalkan mana yang paling sakit. Karena setiap kejadian mempunyai ‘kesulitan’ tersendiri. Kita bisa memilih, namun tidak boleh mencaci. Ada yang meninggalkan karena tak ingin disakiti, dan yang ditinggalkan ternyata bahagia karena terlepas dari ikatan tersebut. Kita sebagai penonton hanya bisa berpendapat. Pendapat kita juga mungkin dipengaruhi oleh masa lalu dan emosi, bukan ? Lantas, kenapa harus diakhiri ? Bukankah sesuatu itu harus dipertanggungjawabkan ? Dan apakah menyerah diperbolehkan ? Manusia adalah makhluk yang mempunyai kehendak bebas. Ya, kita diberikan begitu banyak keleluasaan untuk digunakan. Mungkin ini sudah cukup menjawab pertanyaan di atas. Namun pasti dari kita kurang puas akan jawaban tersebut....

Perasaan

Topik yang ga akan pernah abis di dalam hidupku kayanya soal perasaan. Menurutku, ini adalah hal fundamental dalam bersosialisasi. Ini menggerakkan kita untuk melakukan sesuatu yang mungkin seharusnya tidak kita lakukan.  Selama kita hidup, hal ini akan melekat pada kita seperti ‘tubuh kedua’. Ia bisa sakit, senang , bingung layaknya manusia. Contoh, ketika kita sudah lelah secara fisik terkadang masih bisa berusaha, kenapa? karena ada bantuan dari ‘tubuh’ kita yang lain sehingga tubuh fisik kita termotivasi dan bergerak kembali. Aku terlalu peka terhadap ‘tubuh kedua’ ku ini, sehingga jika sakit, walaupun tidak terlihat, bisa membuatku juga ikut merasakannya lebih baik daripada orang lain, mungkin ? Ini hal dasar yang kita punya sebagai seorang manusia kan ? fungsinya juga luar biasa, menjadi penghubung tidak terlihat antara kita . Entah apa yang Tuhan pikirkan ketika menciptakan hal ini. Mengapa dibutuhkan suatu ‘dudukan’ seperti ini? Kalau kita renungkan kembali, kita suda...

Part of Eirenisme

 22.34 Aku tertatih menuju laptopku barusan. Aku membutuhkannya segera, bak pil yang harus segera aku minum. Jantungku berada di sepertiga detakan, otak mendesak agar kesunyian ini menemukan peraduannya. Hati mengirim sinyal penuh untuk segera mengantisipasi bahayanya. Aku menarik napas dalam ditemani closure dari pamungkas. Ringan saja, kutarik nafas lalu keluarkan. Tampak semilir angin membelah kesunyian ini. Ia membawa jejak kecil kesepian dari dalam pikiran, melebur dan mengangkasa bersama angan. Di setiap hembusannya kuselipkan ringan diriku, berharap Dia melihat aku dalam ukuran ukuran kecil.  Sementara di dalam aku sedang mengerang. Cambuk cambuk kesunyian itu mengenai jiwaku. Aku berputar, mengecil untuk menghindar. Namun di setiap dindingnya mengandung kaca kecil yang menusuk pelan daging mentah ini. Aku menariknya keluar dengan lembut, beraharap perihnya bisa membuat dahagaku hilang. Aku tidak ingin menghindari ini. Sudah saatnya aku masuk ke ruangan gelap ini. Tidak...